Pelatihan Pendamping Dokter Kecil

 

Sekretaris Dinas Pendidikan memberikan sambutan

Pelatihan Pendamping Dokter Kecil dilaksanakan pada tanggal 30 s.d 31 Agustus 2022 bertempat di SD Inpres 3/77 Manurunge Kec. Tanete Riattang Kab.Bone.

Kegiatan kolaborasi Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan yang didukung Yayasan CARE Peduli (YCP) ini diikuti oleh 59 Peserta  yang terdiri dari guru  Pembina UKS (Pendamping Dokter Kecil) SD dan staf Puskesmas yang berasal dari 7 Kecamatan, yaitu Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang Timur, Awangpone, Palakka, Ponre dan Ulaweng.

Maksud Kegiatan yang .difasilitasi oleh Master Trainer Program PROSPER  YCP  yaitu Dra. Hj. Rahmah, M.Pd, dari Dinas Pendidikan, H. Marsuki, SKM, M.Kes., dan Faridah, SKM., M.Kes. dari Dinas Kesehatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan Keterampilan Guru Pembina UKS pada aspek perilaku hidup bersih dan sehat yang diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat untuk tumbuh kembang peserta didik di Sekolah.

Pelatihan ini menggunakan berbagai macam metode ; Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi, kerja kelompok, Penugasan dan Roleplay, yang menitik beratkan keaktifan peserta.

Peserta selanjutnya  diharapkan  kembali untuk mendampingi pembentukan dan pengembangan dokter kecil di sekolah masing-masing.

Kegiatan yang menggunakan modul pelatihan bagi pelatih dokter kecil  ini dilaksanakan secara bertahap dan direncanakan diikuti 200 sekolah dasar sasaran kegiatan pendampingan dokter kecil dari 27 Kecamatan Se Kabupaten  Bone.

Drs. Nursalam, M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bone yang menghadiri Penutupan kegiatan ini menyatakan bahwa kegiatan ini dapat berkontribusi pada optimalisasi tumbuh kembang anak dan merupakan  bagian dari pembentukan karakter yang kemudian membentuk  perilaku peserta didik. “Tak kalah penting adalah bagaimana hasil peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelatihan ini kemudian bisa diterapkan di sekolah masing-masing, dengan cara memberikan keteladanaan yaitu memberikan contoh yang baik untuk ditiru oleh peserta didik, dan pembiasaan  untuk berperilaku yang baik  agar manfaatnya dapat dirasakan siswa kita semua.” Ungkap Nursalam (Idham/Rhm).