Sosialisasi Program Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP)

Selasa, 6 September 2022. Yayasan Indonesia Mengabdi (YIM) bersama Unicef akan melaksanakan Program Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP) di Kabupaten Bone dan Kabupaten Bantaeng  yang akan melibatkan 60 PAUD dan 30 SD/MI. Guru PAUD yang menjadi sasaran pelatihan sebanyak 160 guru, sedang untuk guru jenjang SD/MI sebanyak 120 guru. Diharapkan akan berdampak pada 900 siswa PAUD dan 1500 murid SD.  Untuk Kabupaten Bone akan menjadi sasaran sebanyak 30 SD dan 15 SD. Sebagai langkah awal dilakukan Rapat koordinasi dan sosialisasi imelalui daring (zoom meeting)

Pada awal kegiatan Rapat diawali dengan sambutan oleh Kepala Dinas Kabupaten Bantaeng Drs. Muhammad Aris, M.Si dan Sektertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs. Nursalam, M.Pd, dimana keduanya memberikan dukungan penuh terhadap program DKMP ini.

Dr. Bernard, M.Si sebagai perwakilan dari Yayasan Indonesia mengabdi (YIM) menyampaikan harapan untuk dukungan dari kepala dinas Pendidikan Kab Bone dan Bantaeng bersama kepala sekolah/madrasah agar program ini memberi hasil yang maksimal. Dr. Faridah Ariyani dari Yayasan Indonesia mengabdi memberikan gambaran Umum tentang rencana Kegiatan dari Program DKMP ini.

Dr. Bernard, M.Si (Yayasan Indonesia Mengabdi)

Untuk Kabupaten Bone sasaran program ini hanya menyentuh 30 dari 504 untuk jenjang PAUD atau hanya sekitar 6% dan untuk jenjang SD/MI hanya 15 dari 765 Sekolah atau sekitar sekitar 2%. Olehnya itu Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone akan merencanakan  melakukan reflikasi program melalui kegiatan KKG dan MGMP agar memberi dampak yang signifikan pada sekolah-sekolah di kabupaten Bone. Hasil dari pelatihan yang nantinya diterima oleh bapak dan ibu guru  diharapkan agar disosialisasikan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) masing-masing dimana bapak/ibu guru bertugas. Model dan teknik  reflikasinya nanti kami akan dibahas secara internal di dinas Pendidikan Kabupaten Bone bersama para peserta  yang telah mengikuti Diklat. Meskipun demikian Dinas Pendidikan masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari Yayasan Indonesia Mengabdi sebagai pencetus program ini. .